Panduan Lengkap · 3 Framework · 20+ Template

Hook yang
Tidak Bisa
Di-skip.

Hook disini bukan hanya membahas gimana cara "menarik perhatian." Tapi lebih ke cara mengeksploitasi  kerja otak manusia berdasarkan psikologi yang sudah diuji secara ilmiah dengan data terbaru, bukan dari teori lama  tahun 60an.

Curiosity Gap Theory
Loss Aversion
Pattern Interrupt
Scroll untuk mulai

Kenapa ini berbeda

Brainsnap Hook Bukan cuma template.
Ini psikologi.

Kebanyakan panduan hook cuma kasih contoh tanpa jelasin kenapa contoh itu bisa berhasil. Akibatnya, kalau situasinya sedikit beda, lo nggak tau harus ngapain. Di sini lo belajar cara berpikirnya, bukan cuma contek contohnya.

01 —
Curiosity Gap
Kalau lo kasih tahu orang bahwa ada sesuatu yang menarik tapi belum lo kasih jawabannya, otak mereka nggak bisa tenang. Mereka terpaksa lanjut nonton sampai dapat jawabannya.
02 —
Loss Aversion
Otak manusia jauh lebih takut kehilangan sesuatu dibanding semangat mendapatkan sesuatu. Hook yang bilang "lo lagi rugi ini" selalu lebih kuat dari hook yang bilang "lo bisa dapat ini."
03 —
Pattern Interrupt
Otak udah hafal pola konten di setiap platform. Kalau lo mulai dengan sesuatu yang di luar ekspektasi, otak terpaksa berhenti scroll karena nggak bisa auto-pilot lagi.
Catatan Ilmiah

Ketiga framework ini bukan teori yang gue karang sendiri. Semuanya berdasarkan penelitian psikologi yang sudah diuji dan dipublikasikan, bukan teori lama dari tahun 60an yang sudah banyak terbukti keliru. Artinya lo nggak cuma dapat template, tapi paham alasan di baliknya, sehingga bisa bikin versi sendiri kapanpun lo mau.


Framework 01

Curiosity
Gap Theory

Kalau lo kasih tahu orang bahwa ada sesuatu yang menarik tapi belum lo kasih jawabannya, otak mereka nggak akan bisa tenang dan terpaksa lanjut nonton. Makin spesifik "bocoran"-nya, makin kuat rasa penasarannya.

01
Best Practice
  • Pakai angka yang spesifik, bukan yang samar.  contoh, kata "47 orang" jauh lebih bikin penasaran dari "banyak orang."
  • Jangan kasih jawabannya di awal. Biarkan orang penasaran dulu, baru bocorin di tengah atau akhir konten.
  • Pastikan topiknya relevan buat audiens lo. Mengejutkan tapi nggak nyambung sama mereka = tetap di-skip.
Master Formula
[Detail spesifik yang bikin penasaran] + [Hasil mengejutkan] + [Tanpa bocorin alasannya]
R-01 Ada [1 hal spesifik] yang bikin [hasil besar]. Bukan [jawaban yang bisa ditebak].
"Ada 1 kalimat yang bikin orang transfer tanpa pikir panjang. Bukan harga, bukan juga diskon."
"Ada 1 kata yang bikin email lo dibuka. Bukan karena nama mereka, bukan  juga  karena promo."
"Ada 1 detik yang nentuin orang follow atau skip. Bukan thumbnail-nya."
R-02 [Profil orang] ini [hasil luar biasa]. Bedanya cuma [hal kecil yang belum lo reveal].
"Kreator 10rb followers ini penghasilannya 10x lebih besar dari yang  berfollower 1 juta. Bedanya ada di satu kebiasaan ini."
"Toko online dengan 200 produk ini kalah omzet dari yang cuma jual 3 produk. Bedanya bukan di harga."
"Channel yang upload 3x seminggu ini views-nya lebih kecil dari yang upload 1x seminggu. Bedanya ada di satu hal ini."
R-03 Gue tanya [jumlah] orang soal [topik]. Jawabannya nggak ada yang gue prediksi.
"Gue tanya 50 pembeli kenapa mereka beli. Nggak satu pun jawab karena fitur produknya."
"Gue tanya 30 kreator top apa rahasia mereka. Semua kasih jawaban yang sama, dan itu bukan yang lo kira selama ini."
"Gue survei 100 orang yang berhenti subscribe. Alasannya bikin gue speechless."
R-04 [Orang/brand besar] [melakukan hal yang kelihatan salah]. Ternyata itu yang bikin mereka [hasil].
"Netflix sengaja bikin thumbnail yang agak misleading. Dan itu yang bikin watch time mereka naik."
"Brand ini sengaja naikin harga pas resesi. Tapi penjualan mereka malah naik 3x lipat."
"MrBeast sengaja re-upload video lama dengan judul beda. Tapi justru algoritma suka itu."
R-05 [Hal yang semua orang lakuin] ternyata [efeknya berlawanan]. Gue kasih datanya.
"Posting di jam prime time ternyata yang paling sepi reach-nya. Gue kasih datanya."
"Makin banyak hashtag, makin kecil jangkauannya. Ini bukan cuma asumsi, gue bisa kasih datanya."
"Caption panjang ternyata engagement-nya lebih rendah dari caption 3 kata. Angkanya ada di sini."
R-06 Menurut lo, [pertanyaan yang jawabannya lo pikir lo tau]? Jawabannya bukan yang lo pikir.
"Menurut lo, konten apa yang paling banyak di-save? Jawabannya bukan yang lo pikir selama ini."
"Menurut lo, kapan orang paling sering beli online? Bukan weekend, bukan juga payday."
"Menurut lo, apa yang paling bikin orang unfollow? Jawabannya bukan konten jelek."
R-07 [Hasil kecil yang aneh] ini ternyata tanda [sesuatu yang besar].
"Views lo stagnan 3 bulan? Itu bukan masalah konten. Itu sinyal yang bagus kalau lo tau cara bacanya."
"Engagement lo drop setelah viral? Itu bukan tanpa alasan. Ada penjelasan teknis yang jarang dibahas."
"DM lo sepi padahal views ribuan? Itu bukan salah audiens lo. ada jawaban dibalik itu"
R-08 [Angka/fakta mengejutkan] tentang [topik yang audiens pikir mereka udah ngerti].
"93% orang yang klik iklan lo mereka nggak baca headline-nya. Mereka baca hal lain duluan."
"70% keputusan follow terjadi dalam 1.3 detik. Bukan setelah nonton kontennya."
"Rata-rata orang baca caption cuma 14 kata pertama. Sisanya diabaikan."
Fill-in-the-Blank · Curiosity Gap
R-01  ›  Ada [1 hal spesifik di niche lo] yang bikin [hasil yang audiens mau]. Bukan [jawaban yang semua orang pikir].
ContohAda 1 kalimat opening yang bikin audiens nggak bisa skip konten lo. Bukan editing keren, bukan juga musiknya, tapi ini.
R-02  ›  [Profil] ini [hasil mengejutkan]. Bedanya cuma [teaser, belum reveal].
ContohAffiliate marketer dengan 0 followers ini  bisaclosing 30 juta sebulan. Bedanya ada di satu hal yang hampir semua orang skip.
R-03  ›  Gue tanya [jumlah] orang soal [topik niche lo]. Jawabannya nggak ada yang gue prediksi.
ContohGue tanya 38 kreator kenapa mereka berhenti bikin konten. Nggak satu pun bilang karena kekurangan ide. Tapi karena ini.
R-04  ›  [Nama besar di niche lo] sengaja [hal yang kelihatan salah]. Dan itu yang bikin mereka [hasil].
ContohDeddy Corbuzier sengaja bikin thumbnail yang provokatif dan sering dikritik. Dan itu yang bikin channel-nya tumbuh 10x lebih cepat dari kompetitornya.
R-05  ›  [Kebiasaan umum audiens lo] ternyata [efek berlawanan]. Gue kasih datanya.
ContohPosting setiap hari ternyata yang paling cepat bikin engagement rate lo anjlok. Gue kasih datanya.
R-06  ›  Menurut lo, [pertanyaan tentang niche]? Jawabannya bukan yang lo pikir.
ContohMenurut lo, konten format apa yang paling banyak menghasilkan penjualan affiliate? Jawabannya bukan review produk. Tapi ini.
R-07  ›  [Gejala kecil yang audiens alami]? Itu bukan [penyebab obvious]. Ada [teaser penjelasan beda].
ContohViews lo bagus tapi konversi nol? Itu bukan salah produknya. Ada satu elemen di konten lo yang paling menghambat orang untuk beli.
R-08  ›  [Persentase/angka mengejutkan] tentang [hal yang audiens pikir mereka ngerti].
Contoh68% penonton memutuskan untuk beli atau tidak beli dalam 8 detik pertama konten lo. Bukan setelah nonton sampai habis.

Framework 02

Loss
Aversion

Otak manusia jauh lebih takut kehilangan sesuatu dibanding semangat mendapatkan sesuatu yang baru. Hook yang bilang "lo sedang kehilangan ini" selalu lebih menarik dibanding hook yang bilang "lo bisa dapat ini."

02
Best Practice
Master Formula
[Resource spesifik yang terbuang] + [Aktivitas yang audiens sedang lakukan] + [Tanpa menyalahkan mereka]
R-01 Tau ga, jika setiap [unit waktu] lo [aktivitas], tanpa lo sadar lo lagi membuang [resource yang hilang] sia-sia.
"Tau ga, jika setiap hari lo posting tanpa hook yang bener, tanpa lo sadar lo lagi  membuang energi dan waktu lo sia-sia."
"Tau ga, jika setiap minggu lo upload tanpa strategi yang benar, tanpa lo sadari lagi kasih data gratis ke kompetitor lo."
"Tau ga, jika setiap bulan aktifitas kerja lo makin naik tapi penghasilan stagnan, tanpa lo sadari, lo lagi membuang waktu untuk sampai di goal lo."
R-02 [Konten/usaha] yang lo [lakukan dengan effort], [Persentase/Angka] audiens-nya sudah [kehilangan sesuatu yang penting].
"Konten yang lo posting kemarin, 80% penontonnya udah lupa dalam 24 jam. solusinya?"
"Caption yang lo tulis 2 jam itu, 70% nya cuma baca 14 kata pertamanya doang. salahnya dimana?"
"Thumbnail yang lo revisi berkali-kali itu, Keputusan kliknya terjadi hanya dalam 1.3 detik. apa yang harus lo perbuat?"
R-03 Bukan [kambing hitam yang biasa disalahkan]. Lo lagi buang [resource] ke [hal yang salah].
"Bukan algoritmanya yang jahat. Lo lagi buang tenaga lo ke strategi yang salah."
"Bukan audiens lo yang nggak loyal. Lo lagi buang konten lo di waktu yang yang ga tepat."
"Bukan niche lo yang susah. Lo lagi buang energi di platform yang ga sesuai dengan niche lo."
R-04 [Orang dengan posisi sama] [waktu lalu] itu, sudah [pencapaian]. [Tunjukkan hal kontradiktif dari mainsteram]
"Kreator yang mulai bareng lo 2 tahun lalu itu sekarang sudah monetisasi. Bedanya bukan skill, bukan di modal."
"Teman lo yang mulai belakangan itu sekarang sudah dapat klien. Faktor utamanya bukan di portofolio."
"Brand yang modalnya lebih kecil dari lo sudah profitable. faktor terbesarnya bukan di budget ads."
R-05 Lo sudah invest [resource] untuk [aktivitas]. Tapi tanpa [satu hal ini], itu [persentase] terbuang.
"Lo sudah invest waktu buat riset konten. Tapi tanpa hook yang bener, 90% effort itu nggak keliatan."
"Lo sudah bayar kamera bagus. Tapi tanpa narasi yang kuat, kualitas video nggak ada bedanya."
"Lo sudah beli course editing. Tapi tanpa distribusi yang bener, konten lo nggak kemana-mana."
R-06 [Hal yang audiens bangga] ternyata punya [biaya tersembunyi yang belum mereka hitung].
"Posting konsisten setiap hari kelihatan bagus. Tapi kalau engagement rate-nya turun, konsistensi itu lagi nge-drill lubang di algorit ma lo."
"Follower yang besar kelihatan meyakinkan. Tapi kalau conversion rate-nya 0.1%, lo punya aset yang nggak liquid."
"Viral sekali kelihatan milestone. Tapi viral tanpa sistem retensi cuma bikin benchmark lo naik."
R-07 [Kompetitor] sedang ambil [sesuatu yang audiens mau]. Dan mereka lakuin itu dengan [hal simple].
"Ada kreator di niche yang sama yang sedang ambil audiens lo. Bukan karena konten mereka lebih bagus. tapi karena hal ini"
"Brand lain sedang closing klien yang lo pitching. Bukan karena harga mereka lebih murah, tapi karena hal ini"
"Channel lain sedang ranking di keyword yang lo targetkan. Bukan karena mereka lebih jago, tapi karena hal ini."
R-08 [Waktu yang sudah berlalu] + [hasil yang belum tercapai] = [kalkulasi kehilangan konkret + ditekankan dengan [cari pain pointnya]
"6 bulan posting, views masih di bawah 1000. ratusan video yang full effort itu nggak ada yang nonton, apa yang salah?"
"6 bulan aktif di sosmed, income dari konten masih nol. berarti ada 180 hari yan gagal menjadi aset, salahnya dimana?"
"3 bulan ngejalanin ads, ROAS masih di bawah 1. Artinya ada hal essensial yang lo ga lakuin, solusinya gimana?"
Fill-in-the-Blank · Loss Aversion
R-01  ›  Tau ga, jika setiap [unit waktu] lo [aktivitas niche lo], lo [resource spesifik yang terbuang] tanpa sadar.
ContohTau ga, jika setiap hari lo bikin konten tanpa hook yang bener, tanpa lo sadari lo lagi membuang waktu dan energi lo sia-sia.
R-02  ›  [Usaha konkret yang audiens lakukan]? [Angka]% hasilnya sudah [hilang dalam waktu tertentu].
ContohLink affiliate yang lo sebar minggu lalu? 90% dari yang klik sudah lupa  sama produk itu dalam 48 jam.
R-03  ›  Bukan [kambing hitam yang biasa disalahkan]. Lo lagi buang [resource] ke [hal yang salah].
ContohBukan algoritmanya yang susah. Lo lagi buang seluruh energi lo ke konten yang ga sesuai dengan niche lo.
R-04  ›  [Orang di posisi sama] [waktu lalu] sudah [pencapaian]. Lo masih di titik yang sama karena satu hal.
ContohKreator yang mulai bareng lo 18 bulan lalu sudah dapat brand deal pertama mereka. Lo masih di situ-situ aja,  bukan karena lo kurang kerja keras, lo butuh hal ini.
R-05  ›  Lo sudah invest [resource] untuk [aktivitas]. Tapi tanpa [X], [persentase] itu nggak kemana-mana.
ContohLo sudah invest waktu bikin konten review produk yang panjang dan detail. Tapi tanpa hook yang bener di 5 detik pertama, 85% orang nggak pernah sampai ke link affiliate-nya.
R-06  ›  [Hal yang audiens anggap positif] ternyata punya [biaya tersembunyi yang belum mereka hitung].
ContohPunya banyak followers terlihat bagus di atas kertas. Tapi kalau engagement rate-nya di bawah 1%, lo kehilangan potensi untuk growth setiap harinya
R-07  ›  [Kompetitor] sedang ambil [sesuatu yang audiens mau]. Dan mereka lakuin itu dengan [hal simple].
ContohAda kreator di niche yang sama yang sedang closing komisi affiliate dari audiens yang lo reach juga. Dan  yang mereka lakuincuma dengan mengubah satu kalimat ini di konten mereka.
R-08  ›  [Periode waktu] + [aktivitas yang sudah dilakukan] + [hasil yang belum tercapai] = [kalkulasi kehilangan].
Contoh3 bulan aktif posting konten review, komisi masih nol. Itu sama halnya lo kerja rodi beratus ratus jam hanya buat nyenening platforrm, bukan audience

Framework 03

Pattern
Interrupt

Otak sudah hafal pola konten di TikTok, Reels, YouTube. Kalau lo mulai dengan sesuatu yang nggak sesuai ekspektasi, otak audience akan berhenti, dan stop di konten lo karena tiba-tiba ada hal yang perlu diproses. Itu adalah titik  yang lo butuhkan.

03
Best Practice
  • Taruh interupsinya di kalimat pertama. Kalau baru muncul di tengah, orang udah keburu scroll.
  • Aneh boleh, tapi harus tetap nyambung ke topik lo. Aneh yang nggak relevan cuma bikin bingung, bukan penasaran.
  • Setelah bikin orang berhenti, pastiin langsung kasih isi yang worth it. Kalau cuma kejutan doang tanpa daging, mereka lanjutin scrol lagi.
Master Formula
[Langgar ekspektasi format/konteks] + [Tetap relevan ke topik]
R-01 Tolong jangan [lakukan X] kalau lo [kondisi yang audiens mau/tidak mau]. (Perintah balik)
"Tolong jangan tonton ini kalau lo udah puas dengan views lo sekarang."
"Jangan baca ini kalau lo nggak mau naikin follower  lo."
"Skip konten ini kalau lo belum siap dapat cuan banyak bulan depan."
R-02 Ini bukan [apa yang audiens ekspektasi di platform/konteks ini].
"Ini bukan tips konten." (di halaman konten kreator)
"Ini bukan soal followers." (di channel growth hacking)
"Ini bukan strategi marketing." (di halaman marketing)
R-03 Gue [aksi yang berlawanan dengan ekspektasi kreator di niche ini].
"Gue nggak akan kasih lo template hari ini."
"Gue nggak rekomendasiin lo buat posting lebih sering."
"Gue nggak bakal bilang lo harus konsisten."
R-04 [Pernyataan yang kelihatan negatif tapi artinya positif setelah dibaca].
"Konten lo jelek. Dan itu kabar bagus."
"Lo lambat. Dan itu kenapa lo akan menang."
"Lo terlambat mulai. Dan justru itu advantage lo."
R-05 [Instruksi teknis sangat spesifik dan tidak terduga] + [hubungannya ke hasil yang audiens mau].
"Cek dulu berapa jam lo tidur semalam. Itu hubungannya langsung sama konversi konten lo."
"Buka analytics lo sekarang. Cari video dengan views tertinggi. Lihat retention di detik ke-7."
"Screenshot follower count lo sekarang. Kita lihat lagi 30 hari ke depan."
R-06 Lo suka/tau [hal random]? Itu hubungannya sama [masalah utama audiens lo].
"Lo suka mie instan? Ini hubungannya sama kenapa konten lo kurang engaging."
"Kenapa orang beli tiket konser padahal bisa nonton di YouTube gratis? Jawabannya adalah formula hook lo."
"Berapa lama lo bisa tahan napas? Itu batas yang sama dengan perhatian audiens lo."
R-07 [Akui kelemahan produk/diri sendiri] + [reframe kenapa itu justru tanda kualitas].
"Template yang gue jual ini nggak akan works buat semua orang. Thats why  lo butuh template ini."
"Gue bukan kreator terbesar. Tapi orang-orang yang belajar dari gue rata-rata tumbuh lebih cepat dari yang belajar sama kreator yang lebih besar dari gue."
"Course ini mahal. Dan gue mau jelasin kenapa itu justru tanda lo harus beli."
R-08 Mulai dari tengah cerita dengan [reaksi emosional] yang bikin penasaran konteksnya.
"Dia nangis waktu gue bilang views-nya nggak akan naik meski dia upload setiap hari."
"Klien pertama gue langsung minta refund. Itu yang akhirnya bikin sistem gue jauh lebih baik hari ini."
"Mereka tutup akun-nya setelah viral. Dan itu keputusan terbaik yang pernah mereka buat."
R-09 [Angka sangat spesifik, bukan round number] + [hasil] + [timeframe].
"47 orang sudah coba formula ini bulan lalu. 43 lapor views mereka naik dalam 2 minggu."
"Gue revisi hook yang sama sebanyak 11 kali. Versi ke-12 yang akhirnya tembus 1 juta."
"3 kata. Itu yang ngebedain caption yang di-save sama yang di-scroll."
R-10 [Statement yang secara sosial tidak normatif untuk dikatakan di depan publik].
"Jujur, konten lo membosankan. Dan itu bukan salah lo sepenuhnya."
"Gue nggak peduli lo viral atau nggak. Ini yang lebih penting."
"Sebagian besar advice soal konten yang lo baca itu salah. Termasuk yang dari akun besar."
Fill-in-the-Blank · Pattern Interrupt
R-01  ›  Tolong jangan [lakukan X] kalau lo [kondisi yang audiens mau/tidak mau].
ContohTolong jangan nonton ini kalau lo masih nyaman dengan penghasilan konten lo sekarang.
R-02  ›  Ini bukan [ekspektasi umum dari konten di niche lo].
ContohIni bukan tips cara dapet banyak followers. Ini tentang kenapa followers lo yang sekarang sudah cukup untuk menghasilkan uang.
R-03  ›  Gue nggak akan [hal yang semua kreator di niche lo lakukan].
ContohGue nggak akan kasih lo daftar produk affiliate terbaik hari ini. Yang lo butuh bukan produk baru, tapi cara presentasi yang berbeda.
R-04  ›  [Pernyataan negatif tentang audiens]. Dan itu [reframing positif].
ContohKonten lo membosankan. Dan itu justru tanda lo punya bahan yang bagus, cuma belum tau cara packingnya.
R-05  ›  [Instruksi teknis sangat spesifik] + [hubungannya ke hasil yang audiens mau].
ContohBuka video lo yang paling banyak views sekarang. Lihat berapa detik sebelum lo pertama kali sebut manfaat produknya. Angka itu yang selama ini memotong komisi lo.
R-06  ›  Lo suka [hal random]? Itu hubungannya sama [masalah utama audiens lo].
ContohLo pernah beli sesuatu gara-gara nonton video padahal awalnya nggak niat beli? Itu formula yang sama persis yang bisa lo pakai di konten affiliate lo.
R-07  ›  [Akui kelemahan produk/diri] + [reframe kenapa itu justru tanda kualitas].
ContohPanduan ini nggak cocok buat semua niche. Dan justru karena itu, yang cocok akan dapat hasil yang jauh lebih spesifik dari template generik manapun.
R-08  ›  Mulai dari [reaksi emosional orang lain] yang langsung bikin penasaran konteksnya.
ContohDia marah waktu gue bilang konten reviewnya terlalu jujur. Tiga minggu kemudian dia DM gue setelah komisinya naik 4x.
R-09  ›  [Angka sangat spesifik, bukan round number] + [hasil] + [timeframe].
Contoh23 kreator affiliate coba ubah hook mereka pakai metode ini bulan lalu. 19 di antaranya lapor klik link naik dalam 11 hari pertama.
R-10  ›  [Pernyataan yang secara sosial tidak normatif] + [reframe yang bikin audiens tetap mau lanjut].
ContohGue nggak peduli lo viral atau nggak. Viral tanpa konversi itu cuma kerja keras yang lo donasikan gratis ke algoritma.

Bonus: Cara Gabungkan Ketiganya

Satu hook,
tiga layer.

Ketiga framework ini bisa dipakai sendiri-sendiri, tapi akan lebih powerfullkalau digabung. Masing-masing punya peran yang berbeda dalam satu hook yang sama.

Curiosity Gap
Menarik perhatian. Menciptakan celah yang harus diisi otak.
🔥
Loss Aversion
Menahan audiens. Membuat mereka merasa rugi kalau ga lihat kontennya.
💥
Pattern Interrupt
Menabrak aturan mainstream. Memastikan otak tidak skip  konten lo.
Contoh hook yang menggabungkan ketiga framework
Pattern Interrupt
"Gue nggak akan kasih lo tips posting hari ini."
Loss Aversion
"Karena setiap kali lo posting tanpa ini, lo lagi buang 90% effort lo sia sia"
Curiosity Gap
"Dan 43 dari 47 orang yang gue kasih satu perubahan ini naik views-nya dalam 2 minggu. Bukan tips baru. tapi satu perubahan simple ini"