Hook disini bukan hanya membahas gimana cara "menarik perhatian." Tapi lebih ke cara mengeksploitasi kerja otak manusia berdasarkan psikologi yang sudah diuji secara ilmiah dengan data terbaru, bukan dari teori lama tahun 60an.
Kebanyakan panduan hook cuma kasih contoh tanpa jelasin kenapa contoh itu bisa berhasil. Akibatnya, kalau situasinya sedikit beda, lo nggak tau harus ngapain. Di sini lo belajar cara berpikirnya, bukan cuma contek contohnya.
Ketiga framework ini bukan teori yang gue karang sendiri. Semuanya berdasarkan penelitian psikologi yang sudah diuji dan dipublikasikan, bukan teori lama dari tahun 60an yang sudah banyak terbukti keliru. Artinya lo nggak cuma dapat template, tapi paham alasan di baliknya, sehingga bisa bikin versi sendiri kapanpun lo mau.
Kalau lo kasih tahu orang bahwa ada sesuatu yang menarik tapi belum lo kasih jawabannya, otak mereka nggak akan bisa tenang dan terpaksa lanjut nonton. Makin spesifik "bocoran"-nya, makin kuat rasa penasarannya.
Otak manusia jauh lebih takut kehilangan sesuatu dibanding semangat mendapatkan sesuatu yang baru. Hook yang bilang "lo sedang kehilangan ini" selalu lebih menarik dibanding hook yang bilang "lo bisa dapat ini."
Otak sudah hafal pola konten di TikTok, Reels, YouTube. Kalau lo mulai dengan sesuatu yang nggak sesuai ekspektasi, otak audience akan berhenti, dan stop di konten lo karena tiba-tiba ada hal yang perlu diproses. Itu adalah titik yang lo butuhkan.
Ketiga framework ini bisa dipakai sendiri-sendiri, tapi akan lebih powerfullkalau digabung. Masing-masing punya peran yang berbeda dalam satu hook yang sama.